BENTENG KERATON BUTON (BENTENG TERLUAS DI DUNIA)








Buton adalah sebuah Pulau yang terletak di sebelah tenggara Pulau Sulawesi. Pada zaman dahulu di daerah ini pernah berdiri Kerajaan Buton yang kemudian berkembang menjadi Kesultanan Buton. Nama Pulau Buton dikenal sejak zaman Pemerintahan Majapahit, Patih Gajah Mada dalam Sumpah Palapa menyebutkan nama Pulau Buton.
Benteng Keraton Buton yang aslinya disebut Keraton Wolio dibangun pada masa Pemerintahan Sultan Buton VI (1632-1645 M), bernama Gafurul Wadudu. Benteng ini berbentuk huruf Dhal dalam alfabet Arab yang diambil dari huruf terakhir nama Nabi Muhammad SAW. Benteng Keraton Wolio memiliki 12 Pintu gerbang dan 16 Pos Jaga yang disebut Bastion. Tiap pintu gerbang (Lawa) dan Bastion dikawal 4-6 meriam, pasa pojok kanan sebelah selatan terdapat Godana-Oba (Gudang Mesiu) dan Gudang Peluru di sebelah kiri.
Konon pada masa pembuatan Benteng Keraton ini bahan baku utama yang digunakan adalah batu-batu gunung yang disusun rapi dengan kapur dan rumput laut (agar-agar) serta putih telur sebagai bahan perekat. Panjang keliling Benteng tersebut 3 KM dengan tinggi rata-rata 4 meter dan lebar (tebal) 2 meter. Luas seluruh kompleks Keraton yang dikitari Benteng meliputi 401.911 M2 , sehingga tercatat sebagai Benteng Terluas Di Dunia menurut Guinnes Of World Record Tahun 2006. Saat ini dalam kawasan Benteng terdapat pemukiman penduduk yang merupakan pewaris keturunan dari para keluarga Bangsawan Keraton Buton masa lalu. Di tempat ini juga terdapat situs peninggalan sejarah masa lalu yang masih tetap terpelihara dengan baik.
Mengenal dan menjelajahi seluruh bagian Benteng Keraton Buton akan memberikan pesan terutama kepada generasi muda bahwa begitu megah dan jayanya Keraton Buton saat itu serta tentunya menjadi tanggung jawab kita semua untuk terus menjaga dan melestarikan peninggalan leluhur ini agar dapat seterusnya dilihat dan dipelajari oleh anak cucu sebagai suatu kebanggaan akan kemegahan Keraton Buton di masa lampau.

Komentar